Jackpot108 | Nama Tarian Tradisional Pulau Bali yang Eksotis
Nama Tarian Tradisional Pulau Bali yang Eksotis - Bali merupakan salah satu destinasi yang mewakili wajah Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Pulau Dewata ini menyimpan kekayaan kearifan lokal dengan keragaman budaya di setiap sudutnya.Salah satu warisan budaya yang menjadi ciri khas Bali adalah tarian tradisional. Hal ini terlihat ketika kita berkunjung ke Bali. Kita hampir pasti akan merasakan berbagai jenis tarian khas Bali.
Nama Tarian Tradisional Pulau Bali yang Eksotis
Tarian ini dibawakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tua dan muda, laki-laki dan perempuan. keindahan tari asli Bali terlihat pada gerak, musik pengiring, makna dan filosofi yang dinarasikan, kesakralan, nilai budaya, serta penggunaan kostum dan alat peraga pada saat menari. Tarian Bali menjadi pintu gerbang bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengetahui lebih jauh tentang warisan luhur Pulau Dewata.
Oleh karena itu, diperlukan penanganan dan kesadaran untuk menjaga eksistensi budaya Indonesia agar tetap lestari di masa depan. Misalnya saja penyelenggaraan pertunjukan pada upacara budaya dan keagamaan, sebagai sarana hiburan, sebagai wadah komunikasi masyarakat dan mempelajari berbagai tarian tradisional khas daerah masing-masing.
Tarian tradisional
Tarian tradisional merupakan tarian yang berasal dari beberapa masyarakat daerah, yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi budaya asli masyarakat setempat.
Suatu tarian dapat digolongkan sebagai tari tradisional apabila mempunyai ciri-ciri seperti dikembangkan secara turun temurun, diiringi musik tradisional, dan dikembangkan di kalangan masyarakat umum.
Tarian tradisional di Indonesia terbagi menjadi tiga jenis tarian, yaitu tari klasik, yaitu tari tradisional yang lahir di lingkungan keraton, dialami dan dikembangkan sejak masa feodal, dan diwariskan secara turun temurun dikalangan masyarakat. kaum bangsawan. Contohnya adalah tari Serimpi, tari Bedhaya, tari Bondan dan lain sebagainya.
Tarian rakyat atau tarian rakyat klasik, merupakan tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat setempat, hidup dan berkembang pada zaman prasejarah dan diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Contohnya yaitu tari Polostomo, Erang dan Bardin.
Tarian Bali
Tarian asli Bali mempunyai ciri khas dan kekhasan tersendiri dibandingkan dengan tarian daerah lainnya. Biasanya, tarian Pulau Dewata mempunyai kaitan dengan agama dan unsur sakral. Tarian Bali dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu tari penjaga/sakral, tari Bebali/semi sakral, dan tari Balihan/hiburan. Berikut penjelasan masing-masing kategori tari Bali yaitu:
1. Tari Wali / Bali / Suci
Tarian Suci Bali adalah nama lain dari Tari Penjaga atau Tari Sanghyang. Tarian yang termasuk dalam kelompok ini hanya boleh dipentaskan pada saat upacara keagamaan. Tarian penjaga biasanya merupakan pelengkap upacara keagamaan.
Selain itu, ada pula yang berpendapat bahwa tarian sakral wali merupakan hiburan yang diperuntukkan bagi para leluhur atau dewa kahyangan yang turun ke bumi (Mercapada). Umumnya tari Bali kategori ini berlangsung di kawasan pura dengan perlengkapan dan pakaian adat. Bahkan, beberapa di antaranya hanya bisa ditarikan oleh gadis suci. tarian tradisional Bali yang termasuk dalam kategori tari sakral adalah tari Sanghyang Dedari, tari Shanghyang Jaran, tari Rejang, tari Baris dan tari Pendet.
2. Bebali / Tari Semi Sakral
Tarian ini merupakan salah satu jenis tari semi sakral yang dapat digunakan baik untuk acara adat keagamaan maupun tari hiburan. Apabila dipentaskan di kawasan pura, biasanya dipentaskan di halaman tengah atau Madya Madala. Kisah yang diceritakan dalam tarian ini adalah kalon yang berhubungan dengan upacara tersebut.
3. Tari/Hiburan Balihan
Kelompok tari ini berperan sebagai tari hiburan masyarakat. Umumnya tarian jenis ini dipentaskan di panggung atau bangunan serta di luar pura. Tari Balihan terus mengalami dinamika dan perkembangan dari para seniman tari Bali. tarian yang termasuk dalam kategori ini antara lain tari Janger, Kecak, Cendrawasih, Puspa Anjalai, Manukrawa dan tari tradisional modern lainnya.
Baca Juga : Ide Kerajinan Tangan Dari Stik Es Krim
Berbagai jenis tarian tradisional Bali
Di bawah ini adalah daftar lengkap berbagai jenis tarian tradisional asli Bali, di bawah ini :
1. Tari Kecak
Tari Kecak adalah tarian Bali yang sangat terkenal. Tarian ini dibawakan oleh puluhan bahkan ratusan penari pria membentuk formasi melingkar. Ciri utama tari Kecak adalah diteriakkannya kata “cak cak cak” secara serentak oleh para penari dengan gerakan kedua tangan ke atas.
Tarian Kecak menceritakan kisah Ramayana atau pertarungan antar Rama dan didukung oleh Hanoman dalam melawan Rahwana. Tarian ini merupakan kreasi seniman tari Bali bernama Wayan Limbak yang berkolaborasi dengan pelukis Jerman bernama Walter Spies pada tahun 1930an.
2. Tari Pendet
Tari Pendet merupakan tarian pemujaan yang sering dilakukan oleh umat Hindu di pura sebagai bagian dari prosesi pemujaan menyambut kedatangan Tuhan dari kahyangan. Tarian Bali jenis ini dibawakan oleh beberapa penari wanita dengan mengenakan pakaian adat Bali. Para penari juga dilengkapi dengan hiasan bunga dan membawa sesaji.
Tarian ini pun berkembang menjadi tarian selamat datang atau lebih dikenal dengan tarian penyambutan bagi para tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Selain itu, tari pendulum juga sering ditampilkan pada pembukaan acara-acara resmi.
3. Tari Barong
Tarian yang berasal dari Bali ini dibawakan oleh penari yang mengenakan kostum Barong berwajah seram yang dihiasi ornamen khas Bali. Kata Barong dalam tarian ini diyakini berasal dari kata “bahruang” yang berarti “beruang”.
Meski berasal dari aksi beruang, namun masih banyak jenis topeng lainnya, seperti Barong Asu, Baron Blablasan, Barong Gajah, Barong Harimau dan lain sebagainya. Di beberapa komunitas, topeng Barong juga terkadang digunakan sebagai hiasan rumah.
Tarian Barong dibawakan oleh dua orang penari pria. Penari yang berada di posisi depan memakai topeng, sedangkan penari di belakangnya bertugas menggerakkan badan dan ekor barong.
Nilai, makna dan filosofi yang diungkapkan dalam tari Barong Bali adalah pertarungan antara sifat baik dan buruk. Sifat baik diwakili oleh Barong sedangkan sifat buruk diwakili oleh Rangda. Tarian ini sangat sakral dan hanya ditampilkan pada beberapa upacara ritual saja.
4. Tari Legong
Secara historis, Tari Legong merupakan tarian yang berasal dari lingkungan keraton. Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini telah menyebar ke seluruh masyarakat dan juga dapat ditemukan di acara-acara lainnya. Kata “legong” mempunyai profileplaylist.net arti sebagai berikut: “kaki” atau lentur dan “gong” berarti gamelan tradisional Bali.
Saat mereka melakukan tarian ini, ada 2 Legong Penari atau 3 orang menampilkan gerakan-gerakan indah dan gemulai sambil membawa kipas. Gerakan para penari diiringi alat musik tradisional Bali. Beberapa jenis tari Legon Bali adalah Legong Keraton atau Lasem, Legong Jobog, Legong Legod Bawa, Legong Sudarsana dan Legong Kuntul.
5. Tari Trunajaya
Trunajaya merupakan tarian Bali yang menceritakan tentang seorang pria yang jatuh cinta dan ingin merebut hati wanita yang dicintainya. Awalnya tarian ini hanya dibawakan oleh penari laki-laki, namun kemudian berkembang dan tarian ini juga dibawakan oleh perempuan.
Tarian Trunajaya merupakan tarian yang bersifat heroik. Kata Truna berarti masa muda sedangkan Jaya berarti puncak. Tarian ini diciptakan pada tahun 1915 oleh Pan Wandres berupa Kebyar Legong dan kemudian disempurnakan oleh I Gede Manik.
Keunikan tari Trunajaya terletak pada gerak penarinya yang melebarkan matanya sambil mengambil posisi. Gerakan ini merupakan simbol kejantanan penari ketika ingin mengungkapkan rasa cintanya.

Komentar
Posting Komentar